Study Tour Jaman Sekolah (A bit reminiscence from the past)

ah,... soal ngetrip... gue keingetan jaman sekolah dulu,.. lagi
Tapi, kali ini,... sewaktu SMA,.. around 2004 something (njir, tuir gue yak).

Tapi, kali ini gue mau cerita,.. soal study tour, yang dulu biasanya cuma kelas 3 or pas mau lulus-lulusan...
Tahun-tahun sebelum angkatan gue, biasanya itu ke suku pedalaman baduy...
Tapi, angkatan gue tujuannya tidak ke suku baduy dalam, akan tetapi, ke beberapa tempat, seperti makam sunan gunung jati, Cibulan, kampung naga , dan kampung pulo atau candi cankuang (wilayah cangkuang, garut).
Well, because it happened a decades ago.. i'm not gonna post much picture on my story this time, simply because i forgot where the hell i put that documentation picture :p. Perhaps, if i do so. Readers can see what i saw a decades ago compare to now.
And also, it was the end year of my school life. it filled with experienced, some i still regretted it until now. others was pure excitement and not forget the weird one. with this writing i hope i can compiled it all in one go. i guess, it's better than speak it too often. while i still remember it, i decided to write it down. consider this as my personal diary.
Shall we,..

Kraton Cirebon dan Makam Sunan Gunung Jati

Oke,
Tujuan pertama itu ke Kraton Cirebon dan makam sunan gunung jati, di daerah Cirebon. Setelah sebelumnya kita mengunjungi kraton Cirebon terlebih dahulu. Untuk mengerti sejarah awal penyebaran agama islam di tanah jawa barat dan sejarah kesultanan cirebon itu sendiri.
Dan sambil jalan-jalan mengelilingi kraton, kita disambut oleh kuncen. kita manfaatin buat tanya-tanya soal kraton, yang pastinya bagi yang minat aja (you know, what i mean :p).
Ada beberapa ruang yang tidak boleh dimasuki oleh wisatawan umum, pada hari biasa. biasnya cuma dibuka saat event-event tertentu. seperti 1 muharram dan lain-lain.
Yang menurut gue menarik, itu kereta kencana nya. yah, beserta cerita-cerita yang memiliki unsur mistiknya. Sayang, kita gak sekalian muter-muter kota cirebon nya.
Dan setelah kraton kacirebonan, kita berlanjut ke makam sunan gunung jati, salah satu walisongo. wali yang menyebarkan islam di tanah jawa.
Tentunya sudah banyak yang tau mengenai sejarah dari wali ini, jadi gue skip aja soal sejarahnya.
well, if i writing it too. it's the same if you reading a history book or wikipedia. ah, i forgot.. nowadays, there's no history lesson teaches at school again.
by the way, i somewhat good at history lesson ... ooops,.. sorry, just skip this part .. :p

lanjut ya, sehabis mengelilingi kraton cirebon. kita menuju makam sunan gunung jati yang berlokasi di  Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
akses kesana?? 
monggo googling :p
setelah menempuh perjalanan beberapa saat, kami pun akhirnya tiba di tempat tujuan.
Makam Sunan Gunung Jati, sudah jelas menyajikan wisata sejarah dan wisata religi sekaligus. Jadi, jangan heran kalau banyak yang kemari memang untuk berziarah.
Seperti waktu gue kesana untuk study tour, kebetulan rombongan sekolah gue dateng saat rombongan-rombongan yang lain sudah selesai or at leas something like that.

So, kita pun lanjut ke makam tersebut.
Oh, sebelumnya ... makam sunan giri, berada di puncak bukit tersebut. kompleks makam itu sendiri terdiri dari 9 tingkat.
Dan kita tidak diperkenankan masuk ke areal makam, lebih tepatnya ke areal makam utama sunan dan keluarganya. Kita berhenti, dan memanjatkan doa untuk sang sunan tepat di depan gerbang masuk makam yang biasanya selalu tertutup. oh, di dekat gerbang itu juga ada semacam sumur kecil untuk ber wudhu. air nya segar.

There's some story regarding my trip at the Sunan Tomb , a ridiculous one.
Jadi, saat kami wisata sejarah beserta wisata ziarah ke makam tersebut.. Kami disambut oleh kuncen makam dan diajak untuk mendoakan sang sunan beserta keluarganya.
Tidak lupa, kuncen tersebut juga bercerita sedikit sejarah dari salah satu anggota walisongo tersebut.
Saat, kami semua sedang berdoa. gue dan semua teman-teman yang sedang berkunjung menyadari ada seseorang yang sudah datang sebelumnya dan sepertinya sedang berdoa sambil membakar kemenyan di depan gerbang makam tersebut.
Yang gue perhatiin, dia kayaknya bener-bener khusyuk berdoa. dan seolah nggak memperhatikan rombongan sekolah gue.
Setelah rombongan sekolah selesai berdoa, kemudian oleh kuncen makam diajak untuk melihat-lihat gerbang di sebelah gerbang utama. atau menurut penuturan kuncen tersebut gerbang menuju makam istri sunan giri yang berasal dari cina.
Di gerbang satu lagi tersebut, kami diceritakan sedikit mengenai cerita istri sunan dari cina itu.Dan dinding sekitar gerbang tersebut banyak artefak dari cina pada masa sunan hidup.
Saat rombongan dan gue sendiri sedang mendengarkan cerita itu. Orang yang sebelumnya sedang asyik berdoa sambil membakar kemenyan tersebut melihat-lihat rombongan kami,
Yang membuat gue heran, entah bagaimana orang itu ngedatengin gue... dan sedikit memberikan ancaman.
Percakapan gue dan orang itu :

Orang itu : "Mas dari jakarta ya?" (orang itu memulai percakapan)
Gue : "Iya, dari SMA di jakarta mas. Lagi study tour"
Orang itu : "Saya juga dari jakarta. Santri, sedang ziarah di makam sunan"
Gue : "oooo...."
Orang itu : "Tolong dikasih tau teman2 nya, terutama yang wanita.. kalau sedang ziarah, mohon pakaiannya yang pantas"
Gue : "....., iya"
Orang itu : "Atau mau saya telanjangi semua pakai grandong yang saya pegang ini" (sambil menunjukkan secarik kertas lusuh, bergambar semacam setan begitulah)
Gue : "......."

Dan gue akhirnya cuma bengong doank...
Beberapa temen gue yang liat itu kejadian pun, langsung kepo (bahasa kekinian bangets). Nanya kenape tu orang? Ngobrol apa luh?dsb.
Dan gue dengan polosnya pun cerita.

Moral Of the Story :
Sopan

OBJEK WISATA CIBULAN

Tujuan Terakhir hari itu ke cibulan, salah satu objek wisata tertua di kuningan,...
Di cibulan, kami semua menginap di perumahan warga sekitar,.. tiap rumah, dengan kurang lebih sepuluh anak dari angkatan kami,...
Di cibulan, ada pemandian umum dan sekaligus merupakan objek wisata ,.. di pemandian itu, sebenernya kita semua mandi bareng ikan,.. ikan yang disebut ikan dewa oleh masyarakat sekitar, karena menurut cerita ikan itu pasti akan menghilang saat kolam dibersihkan dan entah bagaimana akan kembali lagi saat air kolam sudah terisi kembali. Walaupun sebenarnya ikan tersebut, merupakan jenis ikan kancra bodas salah satu ikan air tawar yang langka dan hanya dapat didapatkan dibeberapa sungai dan kolam tertentu.
Btw, menurut legenda yang dipercaya masyarakat sekitar, sebenernya ikan-ikan tersebut merupakan penjelmaan prajurit-prajurit prabu siliwangi.
Percaya tidaknya,.. ya wallahu allam
Dan pertama kali, gue sampe sana itu malam hari,... dan langsung mandi di pemandian itu. Gue gak tau sama sekali kalo sebenernya ada ikan di situ dan mandi bareng ikan juga. baru pagi nya gue sadar, pas balik lagi kesitu. Sempet nanya-nanya sama warga dan penjaga objek wisata juga.
Oh, dekat situ sebenernya ada pohon beringin besar dan dibalik tembok pemandian ada semacam danau atau rawa gitu masih bener-bener alami. Dibawah pohon beringin besar, ada semacam batu besar tempat yang konon katanya petilasan atau pertapaan prabu siliwangi.
Sewaktu gue sampe situ, si penjaga cerita:

"Diatas batu yang ditutupin kain putih dan ada taburan bunga atau kembang tujuh rupa itu dahulu sempat digantung senjata kramat milik prabu siliwangi. Yang secara gaib, diambil oleh orang yang memiliki ilmu kebathinan tinggi." - cerita yang gue dapat dari penjaga pemandian dan warga sekitar.

Oh, selain itu di area petilasan tersebut ada sumur. Tujuh sumur, dan memiliki nama tersendiri tiap sumur. Yang menurut kepercayaan warga sekitar, dapat membuat AWET MUDA!!

Ketujuh sumur itu sendiri punya nama :
1. Kejayaan
2. Keselamatan
3. Pengabdian
4. Kemulyaan
5. Cisadane
6. Cirencana
7. Kemudahan

Terlepas benar tidaknya, klaim itu. air sumur itu memang sangat menyegarkan.
Dan kami bermalam di daerah cibulan itu, menginap di rumah warga. Masing-masing kelompok yang sudah dibuat sebelumnya menempati rumah-rumah yang sudah disediakan. And jangan berpikir, kita menempati rumah warga dan warga tersebut tidak tinggal disitu, seperti homestay seperti di kepulauan seribu or tempat wisata lain. Akan tetapi, kita tinggal beserta keluarga rumah yang kita tempati. Which, makes us learn how to behave well.

KAMPUNG NAGA DAN CANDI CANGKUANG

Kampung Naga, gue juga sebenernya bingung kenapa dinamakan kampung naga.Well, let's all cast aside that thinking for a another time.
Kampung naga, mirip dengan dengan baduy dalam yang menolak intervensi modernisasi ke dalam komunitasnya, dengan tujuan menjaga dan melestarikan warisan leluhur dan nenek moyang mereka.
Tidak banyak yang bisa di cari tau, mengenai asal usul dari warga kampung naga ini... karena dokumentasi atau sejarah mereka kebanyakan diketahui via cerita turun temurun. karena hampir semua dokumentasi sejarah mereka diberangus oleh DI/TII kartosuwiryo...
Oke,... terlepas mengenai sejarah mereka. warga kampung naga itu. yang menarik adalah kehidupan sehari-harinya.
Untuk pelancong atau traveller yang ingin mendatangi kampung ini, pertama kali harus menghubungi perantara, yang mejembatani warga kampung naga dan dunia luar. karena warga kampung naga itu, seperti hal nya warga baduy sangat terisolasi.
Mencapai Kampung naga itu sendiri, harus menuruni anak tangga dan menyusuri jalan yang lumayan terjal. jadi disarankan untuk berhati-hati dan menggunakan sandal atau sepatu yang memang didesain untuk outdoor. (well, i don't know much about the current condition. because i visited the place almost ten years ago)
Mungkin perbedaan yang sangat kentara, antara warga baduy dan warga kampung naga adalah kepercayaan mereka. Lain halnya suku baduy yang masih memegang teguh kepercayaan animisme dalam bentuk sunda wiwitan , warga kampung naga sudah memeluk agama islam.
Akan tetapi, islam yang dipercayai oleh warga kampung naga sangatlah berbeda dengan islam yang dipraktekan umumnya.
Keperecayaan yang berkembang di kampung naga ini, kalau di tarik kesimpulan secara garis besarnya bisa dikatakan percampuran agama islam dan sunda wiwitan. Sedikit aneh mungkin, bagi traveller yang pernah mengunjungi daerah ini. Warga kampung naga, tetap menjalankan ibadah seperti umumnya umat islam seperti ibadah haji, sholat dan mengaji. akan tetapi, mereka juga mempercayai adanya roh leluhur.
Di kampung naga, terdapat beberapa tempat yang di sakralkan oleh warga kampung. Bumi ageung,masjid, dan hutan kramat. Bumi Ageung, merupakan tempat dilaksanakannya ritual-ritual keagamaan dan tempat menyimpan hasil cocok tanam (if i remembered correctly about the function) hanya boleh dimasuki oleh kuncen atau ketua adat kampung naga. Hutan larangan, hutan yang masih asri yang mengelilingi kampung naga berada di timur dan barat
Dipercaya oleh warga kampung naga, masih terdapat harimau yang mendiami wilayah hutan larangan ini.
But, whether the tiger was real or not. There's a possibility that might been true all along. Based on fact, the forest is prohibited for public those who allowed to enter were the authoritative of the village and occasional event. Second, the forest was quite secluded from outer world and wildlife there literally untouched for century.
But, then again. there is no proof whatsoever. probably just a mythical tiger such as white tiger that belong to the king of past Sundanese empire of padjajaran
Okay,..
balik lagi ke hutan larangan itu, hutan larangan itu termasuk tempat sakral bagi masyarakat kampung naga. karena hutan tersebut terdapat makam leluhur-leluhur mereka dan penyebar islam pertama kali di daerah tersebut (Sembah Eyang Singaparna) dan tempat diadakannya acara-acara keagamaan atau ritual warga masyarakat kampung naga seperti ibadah haji.
Ibadah Haji ? ya, benar. ibadah haji. tidak seperti umat muslim yang lain. yang mengharuskan ibadah haji ke masjidil haram. masyarakat kampung naga cukup melakukan nya di hutan larangan tersebut.
Oh, ada cerita lain mengenai hutan larangan tersebut. sewaktu gue, mengunjungi kampung naga. Kuncen atau tetua adat kampung naga sangat melarang atau sangat mengharuskan pendatang untuk tidak memasuki hutan larangan. Pernah, suatu ketika pendatang yang mengunjungi kampung naga tidak mengindahkan perintah tidak memasuki hutan larangan tersebut. pendatang tersebut pun akhirnya tidak bisa ditemukan.
Btw, salah satu yang masih teringat soal kampung naga itu. Kalau kita ingin mengunjugi tempat tersebut. Harus menuruni tangga yang lumayan tinggi. naeknya sih seneng and santai, begitu naeknya yang PR. tapi, waktu itu sih masih perkasa gue... nanjak begitu, masih kuat. Kalo sekarang, lo tanya gue masih mau apa kagak? jawaban gue pasti : "ada ojek nya gak?"
Ya, walaupun kita tidak mempercayai apa yang mereka percayai. sebaiknya, kita sebagai tamu menghormati tuan rumah. teringat peribahasa "dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung".

Moral of the Story : "dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung"

Tujuan berikutnya, kita ke candi cangkuang

Sedikit sejarah tentang candi cangkuang.

"Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, KecamatanLelesGarutJawa Barat.[1] Candi inilah juga yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda serta merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda. Candi ini terletak bersebelahan dengan makam Embah Dalem Arief Muhammad, sebuah makam kuno pemuka agama Islam yang dipercaya sebagai leluhur penduduk Desa Cangkuang.
Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Tjandrasasmita berdasarkan laporan Vorderman dalam buku Notulen Bataviaasch Genotschap terbitan tahun 1893 mengenai adanya sebuah arca yang rusak serta makam kuno di bukit Kampung Pulo, Leles. Makam dan arca Syiwayang dimaksud memang diketemukan. Pada awal penelitian terlihat adanya batu yang merupakan reruntuhan sebuah bangunan candi.[1] Makam kuno yang dimaksud adalah makam Arief Muhammad yang dianggap penduduk setempat sebagai leluhur mereka. Selain menemukan reruntuhan candi, terdapat pula serpihan pisau serta batu-batu besar yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman megalitikum. Penelitian selanjutnya (tahun 1967 dan 1968) berhasil menggali bangunan makam.
Walaupun hampir bisa dipastikan bahwa candi ini merupakan peninggalan agama Hindu (kira-kira abad ke-8 M, satu zaman dengan candi-candi di situs Batujayadan Cibuaya?), yang mengherankan adalah adanya pemakaman Islam di sampingnya.
Pada awal penelitian terlihat adanya batu yang merupakan reruntuhan bangunan candi dan di sampingnya terdapat sebuah makam kuno berikut sebuah arca Syiwa yang terletak di tengah reruntuhan bangunan. Dengan ditemukannya batu-batu andesit berbentuk balok, tim peneliti yang dipimpin Tjandrasamita merasa yakin bahwa di sekitar tempat tersebut semula terdapat sebuah candi. Penduduk setempat seringkali menggunakan balok-balok tersebut untuk batu nisan.
Berdasarkan keyakinan tersebut, peneliti melakukan penggalian di lokasi tersebut. Di dekat kuburan Arief Muhammad peneliti menemukan fondasi candi berkuran 4,5 x 4,5 meter dan batu-batu candi lainnya yang berserakan. Dengan penemuan tersebut Tim Sejarah dan Lembaga Kepurbakalaan segera melaksanakan penelitian didaerah tersebut. Hingga tahun 1968 penelitian masih terus berlangsung. Proses pemugaran Candi dimulai pada tahun 1974-1975 dan pelaksanaan rekonstruksi dilaksanakan pada tahun 1976 yang meliputi kerangka badan, atap dan patung Syiwa serta dilengkapi dengan sebuah joglo museum dengan maksud untuk dipergunakan menyimpan dan menginventarisir benda-benda bersejarah bekas peninggalan kebudayaan dari seluruh Kabupaten Garut. Dalam pelaksanaan pemugaran pada tahun 1974 telah ditemukan kembali batu candi yang merupakan bagian-bagian dari kaki candi. Kendala utama rekonstruksi candi adalah batuan candi yang ditemukan hanya sekitar 40% dari aslinya, sehingga batu asli yang digunakan merekonstruksi bangunan candi tersebut hanya sekitar 40%. Selebihnya dibuat dari adukan semen, batu koral, pasir dan besi.
Candi Cangkuang merupakan candi pertama dipugar, dan juga untuk mengisi kekosongan sejarah antara Purnawarman dan Pajajaran. Para ahli menduga bahwa Candi Cangkuang didirikan pada abad ke-8, didasarkan pada tingkat kelapukan batuannya, serta kesederhanaan bentuk (tidak adanya relief)"


Seperti diketahui dari sejarahnya, candi cangkuang merupakan candi hindu yang berada di perkampungan muslim. 
Secara geografis, candi cangkuang merupakan tempat yang menarik. karena candi beserta perkampungan cangkuang berada di tengah danau. Ya, benar danau. Danau yang ditengahnya terdapat pulau kecil. 
Perkampungan itu terdiri dari 7 rumah, satu musholla dan candi itu sendiri serta ada seperti balai desa yang berfungsi seperti tempat informasi dan tempat penyimpanan artefak dari peninggalan masa lau candi cangkuang
Ada satu peraturan di kampung itu, yang menarik sebenernya. Jadi, pada perkampungan itu terdapat 7 rumah dan jumlah populasi pada perkampungan itu 21 orang. Yang menarik, Jumlah populasi itu harus tetap dan tidak boleh berkurang maupun bertambah. 
Jikalau ada kelahiran di perkampungan tersebut, maka salah satu dari rumah itu atau keluarga tersebut harus meninggalkan perkampungan itu dan tinggal diluar dan jikalau ada anggota yang meninggal maka anggota perkampungan yang diluar harus kembali ke perkampungan tersebut agar tetap berjumlah 21.
Anggota keluarga perkampungan itu yang meninggal pun di kuburkan di dekat perkampungan tersebut dan masih dalam areal pulau. Sesuatu hal yang tidak disadari satu pun rombongan sekolah gue yang dateng ke tempat tersebut. 
Itupun gue sadarnya ada makam anggota perkampungan itu, dari temen gue yang mau nembak gebetannya disitu.
Jadi ceritanya, kawan gue mau nembak cewek gebetannya yang udah lama ditaksir. Dan supaya berkesan, ditambah itu tahun terakhir di SMA. jadilah moment study tour jadi moment nembak gebetan, salah satunya temen gue itu.
Dan supaya lebih romantis, diajaklah bekeliling nyari tempat sepi di daerah itu. Sayangnya, tempat yang didatangin itu adalah pemakaman anggota keluarga perkampungan kampung cangkuang.
Yang bener-bener gak disadarin sama temen gue itu, Dan suatu kebetulan yang sedikit menyebalkan buat temen gue itu, cewek yang diincar bisa melihat makhluk astral. 
Saat lagi berjalan berdua, itu cewek tiba-tiba teriak dan kemudian nangis ninggalin temen gue yang akhirnya bengong kebingungan... 
Waktu gue lewat saung.sehabis gue muter-muter sendirian... gue liat cewek yang diincar temen gue itu lagi nangis dan dikerubungin ma teman-teman cewek lain dan beberapa teman cowok sekelasnya juga.
Dan dia pun cerita, kalo dia ngeliat beberapa makhluk astral salah satunya berbentuk anak kecil waktu dia lagi jalan berdua dengan temen gue itu. 
Gue, karena rasa penasaran a.k.a kepo gue pun nanya
 "emang lo liat itu makhluk dimana?" 
dijawab 
"itu, yang kearah *sambil nunjuk arah yang gue dateng * wc belik ke kiri*
Gue bales lagi 
"lah, itu kan makam kampung sini. ngapain lo kesitu cuma berdua doank"
Dia :
"gak tau, orang diajak kesitu..."
Gue :
"........"
Dan akhirnya gue temenin itu cewek sampe akhirnya gue tinggal solat ashar.

Another side story sih,...
Salah satu temen sekelas gue yang juga anak ekskul silat di sekolah, ternyata kesurupan.Dan baru kali itu, gue liat orang kesurupan tapi gak keliatan kesurupan.. Lo bingung kan? apa lagi gue yang ngadepin.
Walopun akhirnya gue sempet mikir, itu cewek kesurupan apa lagi PMS.
Tapi, akhirnya temen cewek gue itu balik normal setelah jauh dari candi cangkuang. walopun sampai ke tempat tujuan berikutnya, yaitu hotel tempat rombongan menginap. Kondisi cewek itu bikin gue dan beberapa temen yang tahu cewek itu di bis bikin merinding.
Ya lo bayangin aja, lo tau punya temen biasanya itu temen lo pendiem jarang ngobrol apalagi ketawa. marahpun palingan diem, tau2 di bis, gak ada gak ada ujan teriak-teriak kayak stress walopun cuma sebentar dan nyaris gak ada yang sadar.

Btw, hotel tempat gue menginap asyik juga loh. tiap kamar ada kolam kecil berisi air panas alami. enak buat berendam, yang bikin temen-temen lo yang mandi sendiri2 teriak2 nungguin jatah selesai mandi.
Sayangnya gue lupa, apa nama hotelnya T_T

Oh, jadi cerita lain selama gue di penginapan itu. Hotel dibagi dua, maksudnya rombongan kita sewa dua hotel yang berbeda tapi bersebelahan. karena hotel kelas gue IPS 3 dan dua kelas yang lain IPS 2 dan IPS 4 jadi satu, sedangkan kelas yang satu lagi IPS 1 berbeda hotel.
Waktu gue nyamperin temen gue anak IPS 1 yang di hotel sebelah, gue liat beberapa cewek dari kelas IPS 2 keluar dari hotel rombongan 2 dan 4 ke rombongan 1 sambil ngedumel. Entah apa yang di komplain, rasa2nya karena hotel yang ditempatin itu sempit. While, me and few others friend from IPS 1 having a chat regarding, the incident happening at their hotel.
So, beberapa temen gue anak IPS 1 ngabarin kalau di hotel tempat mereka menginap diganggu makhluk astral. Ya, kalo cuma satu atau dua orang boleh lah ya bilang cuma kebetulan karena bla..bla..bla...
Ya,.. ini satu kelas kena semua... gak sampe kesurupan sih, cuma ada yang nampakin diri dan semacam gangguan poltergeist yang tiba-tiba benda bergerak atau terbang sendiri.
Gue pun diajak nginep disitu, supaya makin rame jadi makin berani. bahkan teman-teman gue itu akhrinya satu kelas tidur di satu kamar karena hampir semuanya mengalami. 
well, yang pasti ajakan itu gue tolak.. walopun akhirnya gue rada nyesel juga, karena gue sebenernya pun penasaran.

Malam itu, malam terakhir rombongan kami menghabiskan malam bersama sebagai anak SMA satu angkatan. lot's of story, lot's of memories for each and one of us.

Sebelum kami kembali ke jakarta, kami sempat mengunjungi tempat pembuatan krupuk di daerah itu juga. pabriknya.

Nah, setelah sampai jakarta. dan kami masih menunggu untuk jadwal UMPTN. beberapa teman gue cerita, bahwa ada guru yang ngambek karena ngerasa dicuekin waktu turun dari bis saat tiba di jakarta.
yang membuat satu kelas minta maaf ke guru itu. :D

And that's conclude my story for now.
s


Comments